menu

Kamis, 03 November 2011

“ KONFLIK INTERN DI PERUSAHAAN “


Konflik merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Konflik itu sendiri memiliki pengertian tersendiri yaitu adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Sebagai proses sosial, konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu atau kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi sosial. Perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut  ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, derajat , kekuasaan,keyakinan, dan lain sebagainya. Suatu konflik merupakan fenomena atau kejadian yang lazim biasa terjadi  karena tidak ada satupun manusia yang hidup tanpa mengalami konflik antar anggotanya ataupun dengan kelompok lainnya.
Sedangkan pengertian konflik menurut Soerjono Soekanto yang merupakan tokoh sosiologi Indonesia adalah konflik sebagai pertentangan atau pertikaian , yaitu “ suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan, disertai dengan ancaman dan atau kekerasan”.
Konflik bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja tak terkecuali di suatu persahaan baik swasta ataupun perusahaan BUMN. Konfliknya pun beragam bisa konflik individual ataupun konflik kelompok. Konflik individual atau perorangan merupakan suatu kejadian yang biasa tejadi di suatu perusahaan apalagi perusahaan itu merupakan perusahaan besar. Banyak motif di balik latar belakang konflik itu bisa terjadi salah satunya adalah kedudukan atau jabatan. Konflik yang seperti demikian adalah bisa disebut sebagai permasalahan intern suatu perusahaan karena terdapatnya suatu konflik kepentingan individual .
Misalkan saja Contoh konflik perorangan di suatu perusahaan yang biasa terjadi yaitu terjadinya konflik kepentingan antara individual-individual seperti anatara direksi suatu perusahaan dengan dirut atau direktur utama suatu persahaan yang sama. Tentu yang melatar belakanginya terjadinya konflik  adalah ingin merebutkan kursi direktur utama dengan cara menyingkirkan direktur utama sebelumnya.
Konflik yang seperti demikianlah yang dapat menimbulkan dampak yang akan terjadi bukan hanya pada individual yang sedang bertikai tetapi terlebih juga berdampak pada orang lain dan perusahaan dimana tempat dia bekerja. Dampak yang akan ditimbulkan adalah :
1.      Keretakan hubungan silahturahmi antar individu atau kelompok. Karena kedua belah pihak yang berkonflik tentu sama-sama merugi. Apabila seseorang yang kalah maka dia akan merasa harga dirinya jatuh dan yang menangpun juga akan merasa merugi karena hubungan silahturahmi mereka pihak bertikai tentu akan mengalami keretakan atau putus.
2.      Terjadinya perubahan kepribadian para individu. Yang merasa menang dalam konflik tersebut akan merasa lebih pintar dan tinggi derajatnya sehingga menimbulkan sifat sombong.
3.      Kerusakan atau kehilangan harta benda dan aset-aset baik dari pihak yang bertikai ataupun bagi perusahaan tersebut yang telah mempekerjakannya.
4.      Dapat mengakibatkan kekerasan atau bahkan penuntuttan di pengadilan.

Akan tetapi semua konflik itu bisa diatasi atau dicegah dengan hal-hal diantaranya adalah meningkatkan lebih tinggi lagi tali persaudaraan antara individu-individu atau sesama karyawan di perusahaan, menerapkan sifat toleransi yang tinggi akan terhadap setiap apresiasi orang lain, berjiwa besar dan semangat dalam hal mendahulukan kepentingan bersama diantara kepentingan pribadi, dan memiliki sifat menghormati dan menghargai kerja orang lain. Apabila semua itu bisa dilakukan maka kecil sekali kemungkinan terjadinya suatu konflik.
Oleh karena dampak yang akan ditimbulkan akibat suatu konflik maka dari itu kita harus menghindari dari hal-hal yang akan menjurus pada perpecahan atau konflik. Karena dampak dari koflik tidak hanya akan berakibat atau dirasakan pada diri sendiri tetapi juga akan dirasakan bagi orang lain. Dan akan lebih indah dalam kehidupan seseorang  hidup aka dipenuhi rasa persaudaraan daripada hidup dengan segala perpecahan atau konflik-konflik dalam ke seharian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar