menu

Kamis, 13 Februari 2014

Filosofi Jarum Jam


Kata filosofi berasal dari perkataan Yunani “philos” (cinta) dan “sophia” (kebijaksanaan), berarti cinta kebijaksanaan. Filosofi  tidak hanya berarti kebijaksanaan, atau hanya studi tentang kebijaksanaan. Lebih dari pada itu, filosofi adalah suatu sikap pribadi terhadap hidup dan alam semesta.
Jarum jam adalah sebuah alat yang digunakan sebagai penunjuk waktu. Lebih dari pada itu, jarum jam sesungguhnya memiliki sebuah filosofi kehidupan yang menarik bagi manusia untuk dipahami, sebagai pedoman kehidupan. Filosofi yang terkandung pada jarum jam diantaranya adalah jarum jam senantiasa bergerak maju dan bergerak teratur.
Jarum jam akan selalu bergerak maju, selama jam masih dalam kondisi baik. Jarum jam tidak akan berhenti bergerak selama mesin jam tidak rusak. Jarum jam tidak akan pernah bergerak mundur.
Begitu juga dengan kehidupan manusia, apapun yang terjadi berusahalah tetap maju, jangan mudah menyerah dengan hambatan dan kesulitan yang ada. Janganlah berhenti bergerak kecuali takdir keamatian telah datang. Sebab, pada dasarnya kesulitan hanya takluk pada orang-orang yang tekun. Rintangan hanya mampu ditundukan oleh orang-orang yang sabar. Peluang hanya tersedia bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh. Karena itu, siapa yang tekun, sabar dan bersungguh-sungguh maka petunjuk adalah kawannya dan kesuksesan selalui menyertainya.

Ingatlah bahwa waktu adalah sebuah pedang. Jika seorang manusia tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, maka manusia tersebut akan di tebas oleh waktu yang berjalan. Ingatlah walau sedetikpun waktu tak akan pernah kembali mundur. Waktu yang hilang tidak akan mungkin kembali. Yang manusia miliki dan manusia bisa lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin memanfaatkan waktu.

Jarum jam juga selalu bergerak secara teratur antara jarum jam penunjuk detik dan jarum jam penunjuk menit. Tak pernah, salah satu jarum jam bergerak semaunya. Keteraturan itulah yang mengajarkan kepada seorang manusia tentang konsistensi dalam menjalani fokus kehidupan yang ada. Keteraturan adalah bagian dari perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang jelas dan terperinci. Dengan keteraturan yang baik maka kehidupan seseorang akan memiliki tujuan yang lebih terarah dan kecil kemungkinan menyimpang dari perencanaan yang telah dibuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar